Beranda » Artikel Blog » Boleh Menangisi Kematian Bayi dan Mengucapkan Belasungkawa Kepada Keluarganya

Boleh Menangisi Kematian Bayi dan Mengucapkan Belasungkawa Kepada Keluarganya

Diposting pada 29 Agustus 2020 oleh admin | Dilihat: 21 kali | Kategori:

πŸ”°||Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ… ||πŸ”°

πŸ’Ž(FAEDAH MALAM)πŸ’Ž

β€œParenting Anak Islam”
β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”
πŸƒπŸŒΉπŸƒ

BAB 1

{ Pendidikan Anak Usia 0-3 Tahun }

Bagian 15

Boleh Menangisi Kematian Bayi dan Mengucapkan Belasungkawa Kepada Keluarganya

Usamah bin Zaid berkata, “salah seorang putri Nabi Shallallahu alaihi Wasallam mengirimkan pesuruhnya untuk menyampaikan kepada nabi bahwa anakku sedang sekarat. Untuk itu, Nabi diharapkan segera datang. Nabi pun mengirimkan pesuruhnya agar menyampaikan salam dan menitip pesan dengan bersabda, ‘Sesungguhnya Allah memang berhak mengambil dan berhak untuk memberi. Tiap-tiap sesuatu itu memiliki batas usia tertentu di sisi-nya. Oleh karena itu, bersabarlah kamu dan harapkanlah pahalanya.’

Putrinya pun mengirimkan kembali pesuruhnya seraya bersumpah bahwa Nabi harus datang kepadanya. Beliau pun bangkit untuk pergi dengan ditemani oleh Sa’d bin Ubadah dan beberapa orang sahabat lainnya. Selanjutnya, anak itu diserahkan kepada Rasulullah sedang nafasnya terputus-putus dan suaranya mendengkur. Melihat pemandangan yang memelas itu, berlinanglah air mata Rasulullah hingga Sa’d bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengeluarkan air mata?” Rasulullah menjawab, ‘Ini adalah pertanda kasih sayang yang dianugerahkan oleh Allah dalam hati hamba-hambanya. Sesungguhnya Allah hanya merahmati hamba-hambanya yang berhati penyayang.”

Asma binti Yazid mengatakan bahwa ketika Rasulullah, Ibrahim, wafat, beliau menangis. Maka orang yang berbela sungkawa, entah Abu bakar atau Umar, mengatakan, “Engkau adalah orang yang paling berhak dimuliakan oleh Allah.” Rasulullah bersabda, “Mata ini menangis dan hati ini bersedih tetapi kami tidak mengatakan hal yang dimurkai oleh Allah. Seandainya kematian ini bukan merupakan janji yang benar, tidak menimpa semua orang, dan orang yang terakhir tidak mesti menyusul orang yang terdahulu, tentulah keadaan kami lebih sedih daripada sekarang. Hai Ibrahim, Sesungguhnya kami semua benar-benar sedih karena berpisah denganmu.”

Rasulullah telah menjelaskan betapa berat timbangan kebaikan orang yang anaknya meninggal sehingga orang yang mengalaminya harus ikhlas dan mengharap pahala. Beliau bersabda, “Sungguh, 5 anak yang meninggal itu sangat berat dalam timbangan. Tiada ilah yang patut diibadahi selain Allah. Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, Allah Mahabesar. Anak saleh yang meninggal, bagi seorang muslim hendaknya ia mengharapkan pahala.”

 

Baca juga faedah lainnya : Umar Memperhatikan Anak-Anak Sejak Mereka Lahir
———————————————————–
Sumber : Diringkas dari Buku β€œIslamic Parenting” Pendidikan Anak Metode Nabi
Karangan: Syekh Jamal Abdurrahman
Penerbit : AQWAM Jembatan Ilmu

Channel Telegram Parenting anak Islam.
🌻🌱🌻

πŸ“±Join Channel Telegram kami:
πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

https://t.me/ParentingAnakIslam

πŸŒΉπŸƒπŸŒΉ

Bagikan

Boleh Menangisi Kematian Bayi dan Mengucapkan Belasungkawa Kepada Keluarganya | Smart Baby And Kids

Komentar (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Anda Mungkin Suka

Kunjungi Toko Kami

SMARTBABYKIDS
Jl. Tuanku Tambusai, Depan simpang Jl K.H. Ahmad Dahlan. Kec. Marpoyan Damai. Pekanbaru. Riau

Live Chat
Online Senin-Ahad (08:00 – 17:00) WIB

Tentang Kami

SmartBabyKids Grosir perlengkapan bayi dan anak di pekanbaru, kami melayani grosir dan ecer, untuk produk baju bayi kami adalah distributor Little Q di Pekanbaru,Β  selain produk Baju Bayi kami juga memiliki perlengkapan kebutuhan bayi dan anak-anak

Chat via Whatsapp
Admin Tiara
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Admin Tiara
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja